Terimakasih telah mempertemukan dengan orang orang baik, rezeki silaturahmi itu ada dan saya meyakini karena engkau dan rosulmu gusti || kami yang sebenarnya tidak memiliki kendali atas diri ini sendiri, berusaha mengingat sebuah fadhol-Mu gusti. bahwa setiap detik kedepan tidak ada kendali atas kami. || dan untuk saya pribadi, _semoga panjenengan mboten nate duko kalian kulo gusti_ karena pikiran saya ini terlalu mencampuri hak prerogatif engkau yang saya sudah diingatkan seringkali. Terimakasih telah menghadirkan perkumpulan yang menjadi saudara ini. Dan mohon maaf gusti, rayuan indah ini hanya bisa sebatas kata karena diri ini, tidak sebagus tulisan ini
Aku Akan tersisih Dan Terlupakan Seiring Bergantinya Zaman. Aku Membuat Ini Agar Dapat Mengunci Ingatan