Di suatu desa lereng kayangan
hiduplah remaja yang cantik nan rupawan
Betapa cantik kepala yang tak hanya merias wajah.
Bernaung asri karena senang ibadah
membentuk dunia di tengah-tengah
Pandai merapikan nalarnya yang indah
Entahlah
Hari berlalu tanpa tau apakah masih bisa bertemu
Dan, apakah engkau memiliki lara sepertiku
Tiga hari yang lalu, saat aku melepaskanmu
Entah senang entah sedihkah dirimu
Yang pasti, aku begitu merindu
Kiranya tuhan, senantiasa menjaga lahir dan batinmu
Hingga saat, aku benar bisa melupakanmu
Yang tak tahu kapan waktunya itu
Lima huruf, selalu teringat di hippocampus otak bagian kiriku.
Komentar
Posting Komentar