hampir kau orangnya
hampir saja kita bersama
hampir saja aku beruntung memilikimu selamanya
tapi serius
ternyata hanya jadi hampir saja ?
Seperti anak tangga yang tak saling sapa
Dalam bisu memeram dendam yang terbenam
Tau kah kamu tentang bahagia yang luar biasa ?
Adalah disaat malam menyambut rembulan la terang dan berseri
meski terkadang tak terlihat penuh Tertutup awan, atau terkadang berlapis kulit pisang
Dan tau kah kamu tentang runtuhnya seluruh ruang ?
Adalah disaat tak ada ia di sepanjang malam
Tak terlihat terangnya dan jangkrik tak mengetik diam
Percayalah itu adalah malam yang sungguh lebih panjang
dari total putaran jam yang terpajang
Suaranya jauh lebih lirih dari denyut nadi yang mendidih
Bopo sapardi maaf aku pernah mencela baitmu ini.
Ternyata benar benar berat. Dekapnya justru kian erat.
Aku hanya tak ingin mencengkram dan mencabiknya dengan kuat hingga terluka hebat.
tidak apa jika naskah doaku tak terkabul selamanya.
Lapanglah segala jalan, teranglah dibawah teduh.
Melangkahlah dengan luar biasa, cantik.
dan tetaplah menjadi baik.
Aku sama, hanya harap yang terucap kini terpanjatkan dengan senyap.
memoar luka seorang muslimah
Komentar
Posting Komentar