Mari Mencintai Seribu kali, Sepanjang Usia Yang Kita Miliki

Sebuah Roman



Aku tidak pernah menghitung hari dan ternyata perjalanan kita sudah sejauh ini. Tapi aku masih saja kehabisan kata-kata, setiap kali hendak mendeskripsikan keindahanmu yang istimewa. Mau diulang ratusan kali pun, aku tetap memilih kamu saja. Sebab di antara bumi yang seluas ini, kamu menjelma satu-satunya tenang yang aku cari.

Aku tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan betapa aku mencintaimu. Lagi-lagi, kamu selalu tahu bagaimana caranya mengembalikan senyumku. Aku tahu bahwa di antara ketidaksempurnaanku, aku selalu punya engkau sebagai satu-satunya pegangan yang tidak pernah meninggalkan aku sendirian. Aku juga tahu bahwa dari sekian banyak kekurangan, kamu satu-satunya orang yang tidak pernah menghakimi.

Jatuh cinta rasanya benar-benar menyenangkan, sebab orang yang kucintai adalah kamu. Mungkin kata terima kasih saja tidak pernah cukup untuk mengisyaratkan bahwa kamu sudah menyelamatkan hidupku. Kamu mengenalkan aku pada banyak warna, di saat cuma hitam yang aku punya. Kamu memberiku rasa aman, sekaligus rasa tenang yang selama ini aku butuhkan. Andai benar ada kehidupan kedua setelah ini, aku akan tetap memilih untuk jatuh cinta padamu lagi.

Entah sudah berapa banyak salah yang saling kita maafkan. Entah sudah seberapa sering pemakluman yang saling kita berikan. Tapi sama kamu, aku sama sekali tidak pernah merasa ragu. Bahkan aku selalu membayangkan hari di mana kita bisa hidup berdua. Sebab dari sekian banyak penyesalan yang pernah terjadi dalam hidupku. Dipertemukan Tuhan denganmu tidak pernah menjadi bagian dari penyesalan itu. Justru aku selalu bersyukur karena sampai hari ini, kamu masih ada di sini.

Aku selalu berdoa pada Tuhan. Semoga di akhir perang, kita akan menang. Aku bisa menjadi seseorang yang meneriakkan pada dunia, bahwa kamu milikku selamanya. Aku ingin melewati pasang surutnya kehidupan bersama kamu. Tidak peduli pada seberapa banyak suka dan duka yang akan kita lewati, aku tetap akan pilih kamu sebagai satu-satunya tambatan hati. Semoga dari sekian banyak doa yang kita langitkan, Tuhan berkenan mendengarkan doa kita agar sampai kapan pun, kita tidak akan pernah saling terpisahkan.


Komentar