Tentang rasa, aku bisa apa.



aku tidak pintar merangkai janji 

tapi aku ahli menyimpan namamu di lubuk hati.

di sela doa-doa sama yang terperanjat setiap hari.

Betapa lama  'daku' tidak menyimpan rindu sesak seperti ini.

Yang kutahu, obatnya hanya satu : suara kamu yang bilang "aku di sini".

aku menulis ini bukan untuk merayu 

aku menulis ini untuk melepas rindu

Yang tak tau, apakah sang kala akan berpihak kepadaku.

Jadi, Biarkan aku mencintaimu 

Dengan cara paling berisik menurutku

Lewat konstelasi konstelasi puisi yang hanya ingin dibaca olehmu, bungaku.


kusuma  wijaya

Komentar