Sebuah Roman
Aku tidak percaya pada kebetulan di dunia ini, sebab Tuhan pasti mempertemukan kita dengan alasan yang kelak akan kita sadari. Aku datang ke hidupmu sebagai seseorang yang siap memeluk keberatakan hidup yang selama ini kamu sembunyikan. Beban yang selama ini seringkali kamu pikul dalam diam. Kakhawatiran yang berusaha untuk kamu tenangkan sendirian.
Semenjak bertemu denganmu, aku ingin memperbaiki banyak hal dalam diriku. Aku ingin sekali datang sebagai manusia impianmu. Seseorang yang mampu menggenapkan ganjilmu. Seseorang yang mampu melengkapi separuhmu. Seseorang yang mampu menjadi segalanya untukmu.
Barangkali kamu hidup bukan untuk menjemput doamu, melainkan untuk menjadi jawaban dari setiap doaku. Sebab seluruh keindahan yang pernah aku saksikan, kini benar-benar menjelma dalam wujud kamu. Tidak ada manusia yang benar-benar bisa melihat takdirnya.
Tapi andai aku disuruh milih untuk hidup dengan siapa, maka bersamamu pasti jadi jawabannya. Aku ingin menjadi orang pertama yang kamu lihat saat mimpi buruk membangunkanmu tiba-tiba. Aku ingin menjadi rumah tempat seluruh keluh dan kesahmu bisa pulang kapan saja. Aku ingin menjadi orang pertama yang kamu cari saat duniamu sedang tidak baik-baik saja.
Setiap malam, aku selalu memintamu pada Tuhan lewat amin yang paling panjang. Aku ingin sekali bisa menjadi alasanmu ingin hidup lebih lama, sebab kamu tahu bahwa kita akan melewati banyak hari bahagia berdua. Entah sudah berapa banyak hari yang kita habiskan dengan saling mencinta, tapi beriringan denganmu menjelma salah satu keberuntungan yang tidak pernah berhenti aku syukuri.
Aku mencintaimu dari reruntuhan yang tak seorang pun ada di situ. Aku mencintaimu dari reruntuhan yang orang lain bahkan belum bisa menerimanya. Aku mencintaimu dari reruntuhan, di mana ketidaksempurnaanmu justru menjadi alasan utama mengapa aku ingin tetap ada.
Kalau kamu mau tahu isi kepalaku, maka yang selalu kupikirkan adalah bagaimana caranya agar aku bisa menjadi cukup untukmu. Aku bukan hanya ingin menjadi kekasihmu, tapi aku juga ingin menjadi rumah yang paling aman untukmu pulang. Aku tidak ingin kekuranganku menjadi sebab kedukaanmu, sebab sungguh aku begitu mencintai kamu

Komentar
Posting Komentar