seorang perempuan mengajakku jalan
berkatalah ia " Minggu besok kita ketemuan !
tentu saja aku menyaut dengan girang
semalaman aku tidak bisa tidur memikirkan
terlalu senang jiwa ini membayangkan semanis apa pertemuan
kami bertemu, bertatap, dan berbincang sangatlah lama
satu, dua, atau tiga jam berlalu sekejap mata
inikah cinta ?
Tak sadar, itulah kali pertama kami keluar bersama
dengan angin yang berdesis dan rintik gerimis seolah paham situasi yang diinginkan saya
baju serba hitam yang masih kupakai saat cerita ini diterbitkan
bukankah terlalu dalam perasaan yang kutanam selamanya
i text a postcard sent to you
lagu yang menemani saat menulis ini, di tiga belas lebih tiga puluh siang menjelang sore
seperti langit dan bumi. indah, bermakna, dan merajut asa
namun semesta tak menyetujuinya. hanya saling pandangan dan tak bisa berpapasan selamanya
kecuali jika tuhan mengizinkannya
entah benar entah salah mengenai kabar pertunangan yang kau sebut dalam balasan chat itu
jelasnya, mungkin aku tak lagi menunggu

Komentar
Posting Komentar